Mengenal Sekte Alawiyyin yang Dianut Bashar al-Assad
Silakan cek sendiri, apa itu aliran Alawiyyin atau Nushairiyin. Mereka bukan Sunni, bukan Syiah. Mereka nonmuslim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/nanggroe/foto/bank/originals/Bashar-al-Assad.jpg)
Berawal dari penjajah Prancis menamakan orang-orang Nushairiyyah di Suriah dengan sebutan “Alawiyyin” untuk mengelabuhi dan menutupi hakikat mereka yang sebenarnya.
Di beberapa kawasan Turki dan Albania, mereka dikenal dengan sebutan 'Baktasyiah'. Sementara di Turkistan, dikenal dengan nama 'Ula Ilahiyah'.
Nushairiyyah diambil dari nama Muhammad bin Nashir al-Bashari. Ia adalah tangan kanan Hasan al-Askari, imam Syiah yang ke-11.
Pascawafatnya Hasan, Nashir menyerahkan jabatan Imam ke anak Hasan, tetapi kemudian ia tidak mau mengakui Hasan dan anaknya sebagai imam.
Ia malah mendakwahkan bahwa dirinyalah imam, kemudian ia mengaku sebagai Nabi bahkan sebagai Tuhan.
Baca juga: Lagi, Oknum Guru SD di Subulussalam Cabuli Belasan Anak Didiknya
Muhammad Asy-Syakkah di bukunya ‘Islam Tidak Bermazhab’, menyebutkan, dari aspek aqidah, sebagian pengikut Alawiyyin condong ke sikap ghuluw dan menyimpang.
Misalnya menjadikan taqiyyah sebagai bagian dari aqidah mereka.
Selain itu ada dari mereka yang menyimpang punya anggapan ibadah shalat, puasa, zakat, dan haji punya makna lahir dan makna batin.
Padahal Islam bukanlah agama yang rumit dan mengandung sisi batiniyyah.
Di samping itu, Syiah Alawiyyin punya pendapat fikih (fatwa) yang sebagian besar berbeda jauh dengan Ahlu Sunnah.
Di antaranya, anak perempuan tidak akan mendapat bagian warisan jika ia memiliki saudara laki-laki.
Mengharamkan makan daging kelinci, unta dan semua hewan betina yang mengeluarkan darah haid.
Dan yang paling aneh adalah anak-anak tidak diperkenankan belajar agama sebelum mencapai umur 15 tahun. Entah apa maksud dibalik larangan tersebut.(*)
Baca juga: Menhut Raja Juli Antoni akan ke Aceh, Tinjau 20.000 Lahan yang Dihibahkan Prabowo