Minggu, 17 Mei 2026

Mengenal Sekte Alawiyyin yang Dianut Bashar al-Assad

Silakan cek sendiri, apa itu aliran Alawiyyin atau Nushairiyin. Mereka bukan Sunni, bukan Syiah. Mereka nonmuslim.

Tayang:
Editor: Yocerizal
zoom-inlihat foto Mengenal Sekte Alawiyyin yang Dianut Bashar al-Assad
AFP
Bashar al-Assad saat kembali terpilih menjadi Presiden Suriah dengan perolehan 95,1 persen suara dalam Pilpres Suriah, pada Rabu, 26 Mei 2021. (AFP/Louai Beshara) 

TRIBUNNANGGROE.COM - Syech Muhammad Al Fuli, seorang warga Mesir yang kini menetap di Indonesia, mengungkapkan bahwa mantan Presiden Suriah, Bashar al-Assad merupakan seorang nonmuslim.

Disebutkannya, Bashar merupakan penganut sekte Alawiyyin atau Nushairiyin. Bukan Sunni ataupun Syiah. Penganut sekte ini  tidak percaya pada Allah subhanahu wa ta'ala.

"Mereka nonmuslim. Mereka tidak percaya pada Allah subhanahu wa ta'ala," kata Al Fuli di akun TikToknya.

"Silakan cek sendiri, apa itu aliran Alawiyyin atau Nushairiyin. Mereka bukan Sunni, bukan Syiah. Mereka nonmuslim," ungkap pria pemilik nama lengkap Mohamed Ali Gilal El Fouly

Lalu apa sebenarnya Sekte Alawiyyin ini? Sebelum mengulas hal ini, sedikit melihat ke belakang, di awal bangkitnya rezim al-Assad.

Dilansir dari NDTV, Hafez Al-Assad (ayah dari Bashar al-Assad) naik ke tampuk kekuasaan melalui kudeta pada 13 November 1970, menandai dimulainya era baru di Suriah. 

Saat itu, Suriah diwarnai oleh ketidakstabilan politik, dengan serangkaian kudeta yang mendominasi sejarah pascakemerdekaannya. 

Hafez adalah anggota minoritas Alawi. Ia membangun basis kekuatannya sebagai komandan Angkatan Udara Suriah dan menteri pertahanan. 

Baca juga: Siapa Bashar al-Assad? Ini Penjelasan Syech Al Fuli, Warga Mesir yang Kini Menetap di Indonesia

Pada saat ia merebut kekuasaan, ia telah membangun jaringan yang loyal di dalam militer dan Partai Ba'ath. 

Untuk memperkuat rezimnya, Hafez mengangkat minoritas penganut Alawi, yang secara tradisional merupakan kelompok terpinggirkan, ke posisi kekuasaan di militer dan pemerintahan. 

Pada saat yang sama, ia memanipulasi garis-garis patahan sektarian dan suku di Suriah untuk menetralisir potensi ancaman, memastikan bahwa tidak ada satu kelompok pun yang dapat menantang otoritasnya.

Alawi Muncul Sejak 1946

Setelah Suriah merdeka pada 1946, komunitas Alawi muncul sebagai kekuatan penting dalam dua bidang utama, yaitu gerakan politik dan angkatan bersenjata. 

Pergeseran ini menandai perubahan dari status mereka yang secara historis terpinggirkan, karena komunitas Alawi mulai menegaskan pengaruhnya dalam struktur kekuasaan Suriah yang terus berkembang.

Penganut Alawi di Suriah berjumlah hanya 12-15 persen dari populasi sebelum perang. Komunitas ini telah menjadi pendukung utama rezim Assad.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved