Senin, 11 Mei 2026

Dua Jurnalis Al Mayadeen Gugur dalam Serangan Udara Israel di Lebanon

Kedua anggota kru pers yang gugur tersebut adalah juru kamera, Ghassan Najjar, dan teknisi siaran, Mohammad Reda.

Tayang:
Penulis: Amat Sanuri | Editor: Yocerizal
zoom-inlihat foto Dua Jurnalis Al Mayadeen Gugur dalam Serangan Udara Israel di Lebanon
https://www.tribunnews.com
Kepulan asap mengepul menyusul serangan udara Israel di desa Khiam di Lebanon selatan dekat perbatasan dengan Israel pada 7 Oktober 2024. 

Laporan Amat Sanuri | Banda Aceh 

TRIBUNNANGGROE.COM - Kantor Berita Al Mayadeen di Lebanon mengumumkan dua anggota kru pers mereka yang bertugas meliput konflik Israel di garis depan selatan Lebanon, telah gugur akibat serang udara pasukan pendudukan Israel pada Jumat, ( 25/10/2024).

Dua anggota pers yang bertugas meliput konflik Israel di garis depan selatan Lebanon, yaitu juru kamera, Ghassan Najjar dan teknisi siaran Mohammad Reda, kehilangan nyawa dalam serangan udara tersebut.

Dilansir dari Tribunnews.com, pasukan pendudukan Israel telah melancarkan serangan udara yang menargetkan kantor Al Mayadeen di Jnah, Beirut sejak Rabu (23/10/2024) malam.

Serangan udara yang dilakukan pasukan pendudukan Israel yang menargetkan kantor Al Mayadeen terjadi saat stasiun TV tersebut telah melakukan evakuasi.

Akibat serangan itu, Al Mayadeen meminta pertanggungjawaban Israel atas serangan yang menimpa mereka serta menegaskan komitmennya untuk melaporkan kebenaran.

Pemimpin Hamas, Mahmoud al-Mardawi, mengutuk serangan itu dan menghargai peran Al Mayadeen dalam mengungkap fakta. Ia menilai saluran tersebut sebagai media perlawanan yang melawan narasi pendudukan. 

Dilansir dari Al Mayadeen, gugurnya kedua anggota kru pers tersebut akibat serang udara pasukan pendudukan Israel terhadap tempat tinggal kru pers di Hasbayya, Lebanon selatan.

Selain itu, Pertahanan Sipil Lebanon melaporkan Jum'at pagi bahwa tiga wartawan tewas dalam serangan udara Israel di kota Hasbayya di Lebanon selatan.

Sementara itu, Ketua Dewan Direksi Jaringan Media Al Mayadeen, Ghassan Ben Jeddou, menganggap pendudukan "bertanggung jawab penuh atas kejahatan perang ini yang menargetkan kru jurnalis, termasuk milik Al Mayadeen ."

"Penargetan tempat tinggal jurnalis oleh pendudukan adalah disengaja, dan ada pula yang terluka dari saluran Arab lainnya," katanya.

Baca juga: Pembekalan Hari Pertama, Para Menteri Dibangunkan Pukul 04.00 untuk Mengikuti Latihan Baris-Berbaris

Ben Jeddou mengatakan pendudukan "menemukan kesenangan dalam pembunuhan," dan di antara mereka yang menjadi sasarannya adalah jurnalis "yang mengungkap kriminalitasnya."

"Al Mayadeen akan terus maju dan tidak akan pernah mundur," janji ketua dewan direksi jaringan tersebut, seraya menegaskan bahwa agresi tersebut tidak hanya menyasar Al Mayadeen "melainkan juga agresi terhadap seluruh awak pers."

Sementara itu, koresponden Al Mayadeen di Lebanon Selatan, Fatima Ftouni, mengonfirmasi bahwa serangan itu menargetkan kawasan pemukiman tempat para jurnalis, juru kamera, dan teknisi dari berbagai media ditempatkan di wilayah tersebut selama beberapa minggu.

Dari lokasi yang menjadi sasaran di Hasbayya di Lebanon Selatan, koresponden kami menegaskan bahwa pendudukan Israel secara langsung menargetkan beberapa kru pers.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved