Kamis, 9 April 2026

Dek Fad Curiga, Teror Granat di Rumah Bustami Propaganda Politik

"Jangan jadi propaganda politik," sambung Dek Fad lagi. Tetapi tidak diketahui kepada siapa dimaksudkan pernyataan tersebut.

Tayang:
Editor: Yocerizal
zoom-inlihat foto Dek Fad Curiga, Teror Granat di Rumah Bustami Propaganda Politik
Serambinews.com
Fadhlullah, Bakal Calon Wakil Gubernur Aceh. 

TRIBUNNANGGROE.COM - Bakal calon wakil gubernur Aceh, Fadhlullah alias Dek Fad, curiga bahwa teror granat di rumah calon gubernur Aceh, Bustami Hamzah, pada Senin (2/9/2024) Subuh merupakan bagian dari propaganda politik.

"Mana ada warga masyarakat punya granat. Bisa saja ini praktik propaganda yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab yang justru dilakukan untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu secara politik," katanya sebagaimana dikutip dari Serambinews.com, Selasa (3/9/2024)

"Jangan jadi propaganda politik," sambung Dek Fad lagi. Tetapi tidak diketahui kepada siapa dimaksudkan pernyataan tersebut.

Seperti diketahui, pada Pilkada Aceh 2024, Dek Fad yang juga Ketua DPD Gerindra Aceh merupakan pasangan bakal calon Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem). 

Sedangkan rivalnya, Bustami Hamzah berpasangan dengan Tgk HM Yusuf A Wahab atau akrab disapa Tu Sop.

Dek Fad mengatakan Pilkada Aceh wajib dijalankan dengan damai. 

"Kita perlu ciptakan bagaimana politik di Aceh berjalan dengan baik dan menyenangkan," kata Dek Fadh. 

"Persaingan dalam Pilkada dapat berjalan dengan baik. Mari kita ciptakan politik sehat," tambah anggota DPR RI dua periode ini.

Karena itu, pihaknya mengecam keras peristiwa penggranatan rumah pribadi Bustami Hamzah pada Senin (2/9/2024) subuh. 

Ia mengatakan kasus penggranatan itu sangat bertolak belakang dengan kondisi Aceh yang sangat kondusif, nyaman, dan aman.

"Kasus ini harus diusut tuntas," tegasnya.

Terpisah Wakil Ketua DPP Partai Aceh, Dr Nurlis Effendi, mengatakan apa yang disampaikan Dek Fad sudah tepat.

"Saya percaya kasus ini akan diusut tuntas. Setelah tersangkanya tertangkap, baru ketahuan motifnya," katanya.

Nurlis mengatakan pengungkapan kasus ini akan membuat terang persoalan. 

"Intinya kita jangan memperkeruh suasana. Apalagi ini dalam situasi politik. Jika dimunculkan tafsiran-tafsiran, maka bisa menjadi bias nanti," ujarnya lagi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved