Senin, 18 Mei 2026

Kunjungi Korban Banjir, Raja Spanyol Dilempari Lumpur oleh Warga Paiporta

Sekelompok korban banjir bandang di Valencia, Spanyol, menunjukkan kemarahan mereka terhadap Raja Felipe VI saat ia mengunjungi Paiporta

Tayang:
Penulis: Syifa Salsabila | Editor: Yocerizal
zoom-inlihat foto Kunjungi Korban Banjir, Raja Spanyol Dilempari Lumpur oleh Warga Paiporta
CBS News
Raja Felipe VI dari Spanyol dicemooh oleh penduduk yang marah selama kunjungannya ke Paiporta, di wilayah Valencia, Spanyol timur setelah banjir bandang yang mematikan, Minggu (03/11/2024). 

TRIBUNNANGGROE.COM - Sekelompok korban banjir bandang di Valencia, Spanyol, menunjukkan kemarahan mereka terhadap Raja Felipe VI saat ia mengunjungi Paiporta, daerah yang hancur akibat bencana tersebut, Minggu (03/11/2024).

Dalam kunjungan yang diiringi oleh Ratu Letizia dan pejabat pemerintah, raja dihujani lumpur dan teriakan seperti "Keluar! Pembunuh!" dari penduduk setempat. 

Para pengawal membuka payung untuk melindungi para bangsawan dan pejabat saat kerumunan orang melemparkan lumpur ke arah mereka.

Sang Ratu juga berbicara kepada para wanita dengan gumpalan kecil lumpur di tangan dan lengannya.

“Kami telah kehilangan segalanya,” seeorang berteriak kepada para bangsawan, pada CBS News, Minggu (3/11/2024). 

Dilansir dari CBS News, banjir yang melanda wilayah itu merupakan yang terburuk dalam beberapa dekade terakhir, menyebabkan lebih dari 200 orang tewas, dengan 60 di antaranya berasal dari Paiporta.

Kemarahan masyarakat meningkat akibat ketidakpuasan terhadap respons pemerintah yang dianggap lambat dan tidak memadai. 

Baca juga: Tidak Diberi Uang, Seorang Anak di OKU Tega Habisi Ayah Kandungnya Sendiri

Meskipun situasi tegang, Raja Felipe berusaha untuk berdialog dengan warga, berupaya menenangkan mereka yang berduka, termasuk mereka yang mengeluh tentang kekurangan makanan dan kebutuhan dasar. 

“Seorang wanita menangis dan mengatakan bahwa ia tidak memiliki makanan dan popok sementara orang lain berkata jangan tinggalkan mereka,” kata seorang jurnalis untuk penyiar Spanyol RTVE di dekat Felipe.

Setelah sekitar setengah jam berinteraksi dengan penduduk, raja dan ratu terpaksa meninggalkan lokasi dengan pengawalan polisi. 

Perdana Menteri Pedro Sánchez sebelumnya telah mengerahkan 10.000 tentara dan petugas keamanan untuk membantu penanganan bencana, tetapi ketidakpuasan masyarakat terhadap manajemen krisis tetap tinggi. 

Situasi ini mencerminkan kebutuhan mendesak untuk perbaikan dalam respons terhadap bencana alam di masa depan.(*)

Penulis merupakan mahasiswi internship dari Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved