Rabu, 29 April 2026

Resesi Seks di China Makin Parah, Populasi Terus Mengalami Penurunan

Resesi seks yang terjadi di China semakin parah, yang ditunjukkan dari tren menurunnya populasi penduduk.

Tayang:
Editor: Yocerizal
zoom-inlihat foto Resesi Seks di China Makin Parah, Populasi Terus Mengalami Penurunan
IST/Tribunnanggroe.com
Resesi seks di China semakin parah. 

TRIBUNNANGGROE.COM - Resesi seks yang terjadi di China semakin parah, yang ditunjukkan dari tren menurunnya populasi penduduk.

Negara tersebut melaporkan bahwa populasinya turun untuk tahun ketiga berturut-turut pada 2024, memperpanjang tren penurunan setelah lebih dari enam dekade pertumbuhan. 

Menurut data dari Biro Statistik Nasional Beijing, populasi China pada akhir tahun tercatat 1,408 miliar, turun dari 1,410 miliar pada 2023.

Negara ini kini menghadapi krisis demografi yang semakin memburuk. 

Populasi China mengalami penurunan untuk tahun ketiga berturut-turut pada tahun 2024, dengan jumlah penduduk mencapai 1,408 miliar jiwa, turun 1,39 juta dari tahun sebelumnya.

Dilansir AFP, penurunan ini disebabkan oleh angka kelahiran yang lebih rendah dibandingkan angka kematian.

Meskipun terdapat sedikit peningkatan jumlah kelahiran akibat lonjakan pernikahan yang tertunda selama pandemi Covid-19. 

Baca juga: Amerika Serikat Masukkan Brunei Darussalam dalam Daftar Hitam

Tren penurunan populasi ini diperkirakan akan berlanjut, menimbulkan tantangan signifikan bagi ekonomi dan sistem jaminan sosial China. 

Pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mendorong peningkatan angka kelahiran, termasuk promosi pendidikan tentang pernikahan dan cinta, serta insentif keuangan bagi pasangan yang memiliki anak.

Namun, faktor-faktor seperti biaya hidup yang tinggi, penundaan pernikahan, dan fokus pada pendidikan serta karier telah menyebabkan penurunan angka kelahiran. 

Selain itu, warisan kebijakan satu anak yang telah dihapuskan meninggalkan ketidakseimbangan gender, dengan jumlah laki-laki lebih banyak daripada perempuan. 

Peningkatan jumlah lansia dan berkurangnya angkatan kerja menambah tekanan pada sistem jaminan sosial China, yang diperkirakan akan mengalami kesulitan keuangan pada tahun 2035. 

Selain itu, urbanisasi yang terus meningkat menyebabkan lebih banyak orang pindah ke kota, sementara populasi pedesaan menurun.(*)

Baca juga: Bos Skincare asal Aceh Shella Saukia Dilaporkan ke Polisi Atas Tuduhan Pengeroyokan

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved